*Cadangan Devisa Merosot, Bos BI: Enggak Usah Insecure..

KodeMimpi.com - 09/Mei/2024

judul

KODEMIMPI.com - Posisi cadangan devisa (cadev) RI terus menyusut sejak awal tahun ini. Meskipun demikian, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo tidak "ambil pusing" terhadap fenomena tersebut.

Sebagai informasi, berdasarkan data BI, posisi cadangan devisa pada pengujung tahun 2023 sebesar 146,4 miliar dollar AS. Sementara itu, pada pengujung April 2024, posisi cadangan devisa sebesar 136,2 miliar dollar AS. Dengan demikian, cadangan devisa telah berkurang sekitar 10,2 miliar dollar AS sejak awal tahun ini.

Meskipun menyusut, Perry bilang, posisi cadangan devisa RI masih terjaga. Hal ini terefleksikan dari posisi cadangan devisa yang masih setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka itu masih lebih tinggi dari standar kecukupan internasional, yakni sekitar 3 bulan.

"Cadangan devisa (juga) lebih tinggi dari ukuran IMF (Dana Moneter Internasional). Enggak usah insecure. Kami pastikan stoknya jauh lebih cukup dari standar internasional," kata dia, dalam media briefing, di Kantor Pusat BI, Jakarta, Rabu (8/5/2024).

Lebih lanjut Perry menjelaskan, posisi cadangan devisa yang terus menurun tidak terlepas dari tren aliran modal asing keluar atau capital outflow di pasar keuangan RI yang sempat terjadi belakangan. Pasalnya, aliran modal asing merupakan salah satu pembentuk cadangan devisa.

"Oleh karena itu cadangan devisa akan naik ada inflow dan surplus neraca perdagangan. Dan tentu saja akan turun kalau ada outflow," tuturnya.

Selain itu, penurunan posisi cadangan devisa tidak terlepas dari langkah stabilisasi nilai tukar rupiah. Bank Indonesia mengandalkan devisa untuk melakukan operasi pasar.

Walaupun tengah berada dalam tren penurunan, ke depan, Perry meyakini, posisi cadangan devisa kembali meningkat. Hal ini seiring dengan aliran modal asing yang kembali masuk ke pasar keuangan RI.

"Kami memperkirakan cadangan devisa akan kembali naik dengan langkah kebijakan kemarin dan terjadi inflow meskipun pada kuartal ini ada kenaikan demand (dollar AS) dari korporasi dari dividen itu sudah biasa," ucap Perry.

Bank Indonesia (BI) terus berinovasi dalam memperkuat instrumen pasar keuangan syariah guna mendukung pemulihan ekonomi global.

Pada Annual Meeting IsDB ke-50, yang diselenggarakan pada 27-30 April 2024 di Riyadh, Arab Saudi.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengumumkan kesuksesan Indonesia sebagai negara penerbit Green Sukuk terbesar di dunia, yang mendapatkan apresiasi dari 57 negara anggota IsDB.

kerangka Green Sukuk yang jelas, didukung oleh kebijakan dan kerjasama antar negara.

Ketiga, penerbitan sukuk sebagai instrumen untuk mendukung kebijakan moneter dan pengembangan pasar uang.

Untuk lebih lanjut mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, BI telah meluncurkan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI), sebuah instrumen moneter pro-market yang dapat menjadi alternatif untuk mengelola likuiditas bagi pelaku keuangan syariah.

Negara-negara anggota IsDB menyambut baik upaya BI dalam menjembatani pasar keuangan jangka panjang dengan pasar keuangan jangka pendek.

Inisiatif penerbitan Sukuk Bank Indonesia (SUKBI) yang menjadi instrumen utama dalam pendalaman pasar keuangan dan pengelolaan moneter syariah, menjadi inspirasi bagi bank sentral lainnya.